Kunanti kabarmu
Senantiasa menunggumu
Tak perduli berapa siang dan malam telah berlalu
Ujung penaku
Menggoreskan namamu
Dalam bait bait puisiku
Terselip doa untukmu
Hadirlah di mimpiku
Dengan senyuman indahmu
Dan hangat pelukanmu
Mengobati setiap lukaku
Sementara burung gagak itu
Tetap bersuara parau
Memekakkan telinga dan menakutkanku
Haseena
Datanglah
Bawakan aku segelas anggur asmara
Tuk mengobati haus dan dahaga
"Leikha"















