Rabu, 01 Januari 2025

ASMARALOKA


 Tak ada yang lebih indah 

Dari hujan bulan Juni, katanya..

Tapi ini Oktober, jawabnya


Tetesan hujan terus tercurah.

Membuat dedaunan menjadi lesu dan basah, menangislah.


Seekor kenari terdiam dia atas dahan jambu 

Terduduk sendiri merenung menanti matahari , gelisah.


Debu jalanan....

Nafas berat pilu resah. 

Hanyut terbawa arus air dari celah batu pualam di kebun anggur, lenyaplah..


Langit..

Tetap mendung gelap tanpa pancaran cahaya..

Menambah syahdu suana, antara iya ataukah merana, bersinarlah.


Hembusan angin ...

Menerpa jendela menggerakkan tirai tirai kusut berwarna jingga, terhempaslah.


Terlelap .

Terbawa mimpi menembus batas semesta menuju asmaraloka, abadilah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haseena II

  Kunanti kabarmu Senantiasa menunggumu Tak perduli berapa siang dan malam telah berlalu Ujung penaku Menggoreskan namamu Dalam bait bait pu...