Rabu, 19 Februari 2025

Haseena II

 


Kunanti kabarmu

Senantiasa menunggumu

Tak perduli berapa siang dan malam telah berlalu


Ujung penaku

Menggoreskan namamu

Dalam bait bait puisiku

Terselip doa untukmu


Hadirlah di mimpiku

Dengan senyuman indahmu

Dan hangat pelukanmu

Mengobati setiap lukaku


Sementara burung gagak itu

Tetap bersuara parau

Memekakkan telinga dan menakutkanku


Haseena

Datanglah 

Bawakan aku segelas anggur asmara

Tuk mengobati haus dan dahaga


"Leikha"

Kamis, 06 Februari 2025

Tetap Tegar

 


Terkadang....

Adakalanya kita patah semangat.

Namun, jangan pernah putus asa.

Bila ditemui hal yang menjadikan muram di hati.


Tetaplah tegar.

Meskipun langkah mungkin saja begitu berat untuk mengayun.


Namun.

Bisa jadi dilangkah berikutnya akan ada sisi terang yang akan di temui.

Sekiranya terus untuk selalu bangkit.

Bukankah kehidupan ini selalu silih berganti???

Menghampiri sebagaimana silih bergantinya

Siang dan Malam.


Leikha|

Rabu, 05 Februari 2025

Hijab adalah Kewajiban

 Hijab adalah Kewajiban


Menutup aurat merupakan kewajiban bagi setiap muslimah

Taat pada aturan ALLAH

Tanpa tapi dan tanpa nanti


Menandakan bahwa wanita

Begitu dimuliakan dalam islam. 


Leikha

Selasa, 04 Februari 2025

Haseena


 


Aku menyaksikan semua bintang kecil di senyumanmu.. 

Tapi bintang bintang itu menghilang

Seperti.. 

Tetesan air mata


Aku bertekad memberimu persahabatan abadi

Tapi.. 

Aku terbakar

Seperti..

Tungku yang menelanmu


Sebelumnya aku bisa bersukacita

Seperti.. 

Tetesan air hujan yang mencapai sungai


Aku membengkak seperti lautan

Dan

Membuatmu lengah. 

Seandainya. 

Aku mendapat anugerah untuk mengubah masa lalu. 

Akan ku ubah masa itu Haseena



Leikha

Minggu, 02 Februari 2025

Pagi Ceria


Selamat pagi 

Sapaku dalam diamku

Rangkaian kata 

ku goreskan dengan pena


Jejak kata tak bersuara

Diatur sedemikian rupa

Membentuk kalimat seolah memiliki irama


Irama berbunyi dalam sunyi

Memecah keheningan nan sepi

Sebaris doa terucap

Sebagai simbol ketidakberdayaan


Langit..

Cerah tersenyum ceria

Bunga bunga bermekaran

Dengan riang gembira


Dari atas Huma

Terdengar suara

Memanggil dan menyapa

Apa kabarmu leikha?

Lama kita tak berbicara

Lewat puisi yang di goreskan pena



Laksita

Haseena II

  Kunanti kabarmu Senantiasa menunggumu Tak perduli berapa siang dan malam telah berlalu Ujung penaku Menggoreskan namamu Dalam bait bait pu...