Minggu, 12 Januari 2025

Leikha di Ujung Senja



 Leikha tetaplah leikha

Dia terus merona mendamaikan rasa

Dia kerdipkan sebelah mata

Duhai manisnya, aku tak sanggup memandanginya..


Leikha oh leikha..

Kenapa kedatanganmu saat senja

Saat bunga hampir layu putus asa

Apa yang terjadi sebenarnya

Kenapa kamu terlambat tiba.


Leikha ..

Datanglah .

Bawalah secawan anggur di tanganmu

Sirami rasa dahaga 

Serta basuhlah duka nestapa

Yang sedari dulu menganga bagai jurang terjal yang menakutkan mata


Bangunkan dan cubitlah

Serta teriaklah

Hentakkan dan guncanglah

Aku takut ini hanyalah ilusi semata.

Atau hanya bayang bayang fatamorgana.



Laksita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Haseena II

  Kunanti kabarmu Senantiasa menunggumu Tak perduli berapa siang dan malam telah berlalu Ujung penaku Menggoreskan namamu Dalam bait bait pu...