Leikha tetaplah leikha
Dia terus merona mendamaikan rasa
Dia kerdipkan sebelah mata
Duhai manisnya, aku tak sanggup memandanginya..
Leikha oh leikha..
Kenapa kedatanganmu saat senja
Saat bunga hampir layu putus asa
Apa yang terjadi sebenarnya
Kenapa kamu terlambat tiba.
Leikha ..
Datanglah .
Bawalah secawan anggur di tanganmu
Sirami rasa dahaga
Serta basuhlah duka nestapa
Yang sedari dulu menganga bagai jurang terjal yang menakutkan mata
Bangunkan dan cubitlah
Serta teriaklah
Hentakkan dan guncanglah
Aku takut ini hanyalah ilusi semata.
Atau hanya bayang bayang fatamorgana.
Laksita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar